Jumat, 17 Juni 2011

KARYA ILMIAH LETAK BIOGEOGRAFI INDONESIA

BabI. Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran tumbuhan dan binatang secara geografis dimuka bumi. Penyebaran tumbuhan dan binatang ini terjadi karena berbagai factor yang memungkinkan organismo tersebut dapat terus berkembang dan menghasilkan keturunan yang fertil. Faktor-faktor tersebut dianggap sebagai penghalang persebaran organisme. Faktor itu dapat meliputi:

o Iklim/suhu disuatu daerah
o Endenisme (Penyakit yang secara tetap ada di suatu daerah tertentu)
o Bahan makanan yang tersedia
o Faktor pendukung reproduksi organisme
o Topografi (keadaan muka bumi pada suatu daerah)

Faktor-faktor inilah yang menyebabkan faktor suatu organisme hanya ada di daerah tertentu yang kemudian dikenal sebagai organisme khas daerah tersebut sehingga. Sehingga di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang menempati daerah-daerah yang berbeda.

B. Rumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah
a) Keadaan dan letak biogeografi Indonesia
b) Penyebab keadaan biogeografi Indonesia
c) Hubungan biogeografi Indonesia dengan fauna yang ada di Indonesia

2. Permasalahan Penelitian
Berdasarkan Identifikasi masalah di atas. Maka permasalahan penelitian yang dapat dirumuskan adalah “Bagaimana letak biogeografi Indonesia dan Apa hubunganya dengan persebaran fauna di Indonesia?”

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum
Ø Untuk mengetahui pengertian dan letak biogeografi Indonesia
Ø Untuk mengetahui hubungan biogeografi Indonesia dengan persebaran fauna

2. Tujuan Khusus
Ø Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab persebaran fauna di Indonesia.
Ø Untuk mengetahui persebaran fauna diberbagai wilayah di Indonesia.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Penyusun dan Peneliti

Diperoleh informasi mengenai masalah yang dibahas dan diteliti, serta diperolehnya pengalaman danmetode mengenai pnyusunan “KARYA TULIS ILMIAH”.

2. Bagi Siswa (Para Pembaca)

Diperolehnya ilmu serta informasi yang lebih rinci dan spesifik mengenai masalah yang dibahas yaitu mengenai letak biogeografi Indonesi dan hubunganya dengan fauna yang berada di Indonesia.

BabII. Metode Penelitian

Menurut Alfred Russel Wallace yang telah melakukan penyelidikan tentang persebaran gewan di permukaan bumi pada tahun 1867, Ia dapat membagi menjadi 6 daerah biogeografi dunia berdasarkan persamaan fauna di daerah tertentu di bumi ini. 6 daerah / kawasan tersebut yaitu:
1. Nearytik : Amerika Utara.
2. Palearktik: Asia sebelah utara, Himalaya, Europa, Afrika, Gurun Sahara sebelah utara.
3.Neotropika: Amerika selatan bagian tengah
4. Oriental : Asia, Himalaya bagian selatan
5. Ethiopia : Afrika
6. Australian : Australia dan pulau-pulau sekitarnya.

Masing-masing daerah memiliki ciri-ciri khas yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti geografis, cuaca, iklim, dll. Fauna daerah paleartik dan neartik sama sehingga disebut sebahai daerah Holartik.

Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya diantara benua Asia (oriental). Benua Australi ( Australian) sihingga fauna Indonesia memiliki kemiripan dengan kedua benua tersebut. Wilayah oriental Indonesia bagian barat yang dibatasi oleh garis Wallace yaitu (Selat Makasar menuju Selat Lombok) Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Sedangkan wilayah Australian Indonesia bagian timur di batasi oleh garis Weber yaitu Sulawesi, Papua, Irian Jaya, Maluku, NTB, NTT.
Diantara 2 wilayah yang dibatasi oleh garis Wallace dan weber tersebut terdapat suatu wilayah yang menjadi batas antara wilayah oriental dan Australian yaitu Pulau Sulawesi. Oleh karena itu Sulawesi merupakan wilayah peralihan yang hewan-hewanya memiliki kemiripan dengan kedua daerah tersebut.

1. Letak Biografi Indonesia

Letak Biogeografi Indonesia terbagi dalam 3 bagian karena terpengaruh oleh garis pemisah Wallace dan weber yaitu kawasan oriental, zona peralihan dan kawasan Australian. Letak biografi Indonesia terpengaruh oleh letak Astronomis Indonesia yaitu 6o LU- 11o LS dan antara 95o BT-141o BT yang termasuk daerah beriklim tropis sehingga fauna-fauna yang ada di Indonesia adalah tipe-tipe fauna wilayah tropis. Selain letak astronomis, letak geografis Indonesia terletak antara 2 benua yaitu benua Asia (wilayah oriental) dan benua Australia ( wilayah Australian) sehingga menyebabkan tipe-tipe fauna Indonesia mengalami banyak kesamaan dengan tipe-tipe fauna yang ada di kedua kawasan tersebut.





3
1.Penyebab Keadaan Biogeografi Indonesia

Biogeografi Indonesia adalah penghalang geografi (barrier) / sawar yang merupakan faktor penghambat persebaran organisme. Sawar ada 3 macam, Yaitu:
1) Sawar iklim yang meliputi temperature rata-rata, kelembaban, musim, sinar matahari, dll.
2) Sawar biologis yaitu adanya persaingan,penyakit, predator dan makanan yang tersedia.
3) Sawar fisik seperti gunung yang tertinggi, gurun pasir, sungai, lautan yang dapat membatasi penyebaran dan kompetisi dari suatu spesies.

Adanya isololasi geografi juga menyebabkan perbedaan susunan organisme di suatu daerah sehingga menyebabkan suatu organisme hanya ada di suatu tempat tertentu. Hambatan geografis berdasarkan proses alam yang menyebabkan keadaan biogeografi Indonesia berubah yaitu pada masa pleistosin terjadi perubahan permukaan air laut di seluruh dunia disebabkan karena mencairnya lapisan es dan gletser sehingga permukaan air laut naik kurang lebih 150 m. Hal ini mengakibatkan perubahan-perubahan daratan Indonesia, di Indonesia bagian barat daratan sunda tenggelam dan hanya bagian yang tinggi dari lipatan pegunungan yang tertinggal sebagai kepulauan selain itu di Indonesia bagian timur daratan sahul juga tenggelam. Papua terpisah dari Australia dan membentuk laut Arafuru dan daerah daerah yang tinggi membentuk pulau-pulau seperti kepulauan aru dan daerah kepala burung di Papua. Jadi Indonesia memiliki kesamaan fauna dengan wilayah Australian dan oriental karena pada jaman dahulu sebelum mencairnya lapisan es dan gletser Indonesia dan kedua wilayah tersebut menyatu. Hal ini lah yang menyebabkan fauna Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan wilayah Australian dan oriental.

3. Hubungan Biogeografi Indonesia dengan Fauna yang Ada di Indonesia

Garis Wallace dan Weber yang membagi Indonesia menjadi 3 bagian yaitu wilayah oriental (Indonesia bagian barat), wilayah peraligan (Sulawesi dan daerah sekitarnya), wilayah Australian ( Indonesia bagian timur) yang menyebabkan fauna-fauna yang ada di Indonesia terbagi de dalam 3 kelompok berdasarkan wilayah tersebut. Persebaran fauna di Indonesia yaitu meliputi:

v Persebaran fauna di wilayah Indonesia barat (Oriental)
a.Di Paparan Sunda, terdapat fauna:


Ø Kera
Ø Macan
Ø Badak
Ø Babi Hutan



Ø Gajah
Ø Tapir
Ø Kerbau Liar
Ø Rusa

b. Sumatra, terdapat fauna:


Ø Gajah
Ø Tapir
Ø Badak bercula 2
Ø Harimau
Ø Siamang
Ø Orang Utan


c. Jawa, terdapat fauna:


Ø Badak Bercula 1
Ø Harimau
Ø Banteng


d. Kalimantan, terdapat fauna:


Ø Badak bercula 2
Ø Macan tutul
Ø Orang Utan
Ø Kera Berhidung Panjang
Ø Beruang madu


e. Bali, terdapat faung:
Ø Jalak Putih
Ø Harimau

Ciri fauna yang terdapat di wilayah Indonesia barat (oriental)
1. Banyak spesies mamalia berukuran besar, seperti gajah, banteng, badak.
2. Terdapat berbagai jenis primate (mandril, tarsius, orang utan)
3. Terdapat berbagai jenis burung yang suaranya lebih dari daerah Australian namun warnanya tidak semenarik burung Australian.
4. Terdapat berbagai hewan endemik seperti Badak bercula 1, binturong, kukang, Jalak bali, murai mengkilat dan ayam hutan.

v Persebaran fauna di wilayah Indonesia tengah (zona peralihan antara oriental dan Australian)
a. Indonesia tengah (Sulawesi), terdapat fauna:


Ø Anoa
Ø Burung Hantu
Ø Bajing
Ø Babi



b. Pada zona peralihan sntara oriental dan Australian, terdapat fauna:
Opposum berbulu


Ø Anoa
Ø Komodo
Ø Maleo
Ø Berbagai Jenis Kupu-kupu
Ø Primata primitive
Ø Babi rusa



v Persebaran fauna di wilayah Indonesia timur (Australian)
a. Irian Jaya/Papua, terdapat fauna:


Ø Burung Kasuari
Ø Burung Nuri
Ø Parkit
Ø Cendrawasih
Ø Kanguru
Ø Wallabi



Ciri fauna yang terdapat di wilayah Indonesia timur (Australian)
1. Banyak hewan berkantung (kanguru, kuskus).
2. Terdapat mamalia bertubuh kecil.
3. Terdapat berbagai jenis burung dengan beranekaragam warna.

BabIII. Penutup

1.Kesimpulan

Dari pembahasan rumusan masalah mengenai letak biogeografi dan hubunganya dengan fauna di Indonesia dapat disimpulkan bahwa:
1) Fauna di Indonesia memiliki persamaan dengan fauna wilayah oriental dan Australian karena pada zaman dahulu sebelum zaman pleistosin dataran-dataran tersebut menyatu sehingga fauna-fauna itu memiliki persamaan ciri dan morfologi dengan wilayah oriental dan Australian.
2) Organismi dari satu tempat ketempat lainya melintasi berbagai factor penghalang, yaitu factor penghalang iklim, topografi, reproduksi, endemisme, sehingga di permukaan bumi terbentuk kelompok-kelompok organisme yang menempati daerah yang berbeda.
3) Garis Wallace dan weber membagi Indonesia ke dalam 3 bagian, yaitu wilayah oriental, peralihan, Australian, yang menyebabkan fauna-fauna di Indonesia terbagi de dalaam 3 kelompok berdasarkan pembagian wilayah tersebut.
4) Ada 6 kawasan biogeografi dunia berdasarkan persamaan fauna di daerah-daerah tertentu di bumi, yaitu Nearktik(Amerika Utara), Palearktik ( Asia sebelah utara Himalaya, Eropa, Afrika, gurun Sahara sebelah utara), Neotropika (Amerika selatan bagian tengah), Oriental (Asia, Himalaya bagian selatan), Ethiopia (Afrika), Australian (Australia dan pulau-pulau di sekitarnya).

2. Saran

Dengan tersusunya karya ilmiah ini kami menyadari bahwa persebaran fauna di Indonesia terhambat oleh berbagai factor penghalang yang meliputi factor iklim, topografi, reproduksi dan endemisme. Keadaan biogeografi di Indonesia sangat bevariasi dimulai dari binatang mamalia, fauna yang unik baik sifat maupun bentuk morfologi serta fisiologinya.

Dengan ditulisnya karya tulis ini kami selaku tim penyusun menyarankan kepada:
1. Pemerintah untuk melakukan upaya-upaya pelestarian fauna yang kita miliki ini tetap lestari dengan melakukan berbagai upaya seperti usaha pemuliaan hewan dan tanaman sehingga menghasilkan varietas yang unggul/ dengan usaha-usaha pelestarian alam baik itu secara insitu maupun exsitu sehingga keanekaragaman hayati khususnya di Indonesia tidak berkurang dan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.
2. Masyarakat luas untuk membantu program pemerintah dalam upaya pelestarian organisme dengan cara tidak melakukan eksploitasi secara besar-besaran tentang sumber daya alam seperti hutan, laut dan pertambangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it